Mimpi jika dinilai dari bobotnya dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu : Sasmitaningroh, Daradasih, Cakrabawa. Mimpi Sasmitaningroh adalah tanda yang diberikan roh, oleh karenanya mimpi ini adalah mimpi yang sesungguhnya. Jika gambaran kejadian dalam mimpi adalah gambaran buruk, maka orang yang bermimpi dan juga orang-orang yang digambarkan di dalam mimpi bakal mengalami kejadian buruk. Demikian pula sebaliknya, jika gambaran kejadian dalam mimpi adalah gambaran baik maka yang bersangkutan atau orang-orang yang tergambar dalam mimpi bakal mengalami hal-hal baik. Mimpi Daradasih adalah tanda yang diberikan oleh alam semesta baik yang dapat dilihat atau pun yang tidak dapat dilihat. Mimpi Daradasih ini bobotnya sama dengan mimpi Sasmitaningroh. Jika gambaran kejadian dalam mimpi baik, yang bersangkutan atau orang yang tergambar dalam mimpi akan mengalamai hal-hal yang baik, dan sebaliknya. Mimpi Cakrabawa adalah mimpi yang merupakan gambaran dari pengangen-angen diri pribadi. Orang mengatakan mimpi cakrabawa sebagai ‘kembange wong turu’, untuk membuat tidur menjadi pantas karena dapat bermimpi. Mimpi cakrabawa bukan merupakan tanda kejadian yang bakal terjadi. Untuk mengetahui jenis mimpi yang dialami dapat dihitung kapan mimpi itu terjadi. Jika kejadian mimpi adalah hari Sabtu pasaran Kliwon, terhitung mulai dari Jumat jam 18.00 sampai dengan Sabtu jam 18.00 (termasuk mimpi disiang hari) dapat dihitung demikian, Sabtu nilainya 9, Kliwon nilainya 8 sehingga jumlahnya 17. Sedangkan cara menghitung mimpi dengan memakai tiga hitungan yaitu sasmitaningroh, daradasih dan cakrabawa: 1 = sasmitaningroh, 2 = daradasih, 3 = cakrabawa, 4 = sasmitaningroh, 5 = daradasih, 6 = cakrabawa, 7 = sasmitaningroh, 8 = daradasih, 9 = cakrabawa, 10 = sasmitaningroh, 11 = daradasih, 12 = cakrabawa, 13 = sasmitaningroh, 14 = daradasih, 15 =cakrabawa, 16 = sasmitaningroh, 17 = daradasih. Setelah dihitung, mimpi pada Sabtu Kliwon adalah mimpi Daradasih. Kalau mimpinya baik, bakal mengalami kejadian baik, kalau mimpi jelek bakal mengalami kejadian jelek. Lalu kapan kejadiannya? Cara menghitung waktu kejadian dapat menggunakan cara hitungan seperti ini: dina, sasi, tahun, windu. Kalau hitungan jatuh pada dina (hari) maka kejadiannya paling lama satu minggu setelah mimpi. Kalau jatuh pada sasi kejadiannya paling lama satu bulan setelah mimpi. Jatuh pada tahun waktunya satu tahun. Sedangkan jika hitungan jatuh pada windu, kejadiannya paling lama 8 tahun setelah mimpi. Jika dihitung mimpi pada Sabtu Kliwon yang berjumlah 17 maka jatuh pada hitungan dina, paling lama kejadian seperti yang tergambar pada mimpi adalah satu tminggu, dengan cara menghitung sebagai berikut: 1 = dina, 2 = sasi, 3 = tahun, 4 = windu, 5 =dina, 6 = sasi, 7 = tahun, 8 = windu, 9 = dina, 10 = sasi, 11 = tahun, 12 = windu, 13 = dina, 14 = sasi, 15 = tahun, 16 = windu, 17 = dina